For More Info click www.solusikeringatberlebih.com

Kamis, 15 Juli 2010

Cara mengatasi keringat berlebih di telapak tangan, kaki, ketiak, bahkan di seluruh tubuh/ sistemik, & Solusi Keringat Berlebih


Sebelum anda meneruskan bacaan anda. Saya di sini memberikan solusi yang tidak muluk muluk. Bagi Anda penderita Hiperhidrosis atau Keringat Berlebih inilah Cara mengatasi keringat berlebih yang anda cari selama ini. Perkenalkan MAXIM anti perspirant. Mengatasi keringat berlebih anda secara tuntas. Anda Pakai Malam Hari dan rasakan hasilnya keesokan harinya. Anda Bebas dari keringat berlebih atau keringat yang mengganggu.

UNTUK LANGSUNG BERBELANJA PRODUK KAMI, Maxim Roll On, Maxim PLUS dll silakan KUNJUNGI SITUS kami http://solusikeringatberlebih.com




Keringat sebenarnya menyehatkan. Ketika anda berolah raga dan berkeringat tentunya sangat menyegarkan bukan? Bagaimana tidak, keringat mengeluarkan toksin toksin/ racun dari sisa metabolisme anda. Bagi penderita obesitas dengan berkeringat saat berolahraga tentu memberikan sumbangsih dalam menurunkan berat badan mereka.
Keringat bisa dicetuskan oleh paparan suhu/ lingkungan sekitar. Hal ini dilakukan tubuh sebagai mekanisme pertahanan tubuh untuk mempertahankan kelembaban kulit. Selain itu,keringat juga dapat diproduksi akibat adanya rangsangan emosi seperti rasa takut atau gugup. Dengan kata lain, faktor yang dapat mempengaruhi produksi keringat meliputi faktor lingkungan (suhu) serta faktor internal yang ada pada individu itu sendiri.
Nah, bagaimana Jika keringat keluar berlebihan. Tentunya sangatlah mengganggu.
Keringat berlebih atau dalam istilah medis di kenal dengan Hiperhidrosis
Beberapa penyebab keringat berlebih antara lain
1. Makanan atau minuman tertentu seperti kafein yang mempercepat aliran darah, mempercepat metabolisme yang pada hubungannya dengan keringat memacu kelenjar keringat untuk berproduksi.
2. Hipoglikemia atau di kenal dengan kadar Gula darah yang rendah dalam darah
Kadar gula darah yang rendah sering dijumpai pada penderita diabetes yang mengkonsumsi insulin atau obat anti-diabetes-oral. Gejala awalnya adalah berkeringat, badan gemetaran, lemah, lapar dan mual.
3. Hipertiroidisme.
Hipertiroid. Dikaitkan dengan produksi hormone tiroid yang berlebihan. Tiroid ini sangat erat hubungannya dengan metabolisme tubuh. Apabila produksi meningkat juga Metabolisme meningkat.
4. Kegemukan/ Obesitas.
5. Penggunaan obat-obatan
Beberapa obat yang dapat menimbulkan hiperhidrosis/ keringat berlebih misalnya: propranolol, physostigmine, pilocarpine, tricyclic antidepressants, dan serotonin reuptake inhibitors. Khusus untuk efavirenz dapat mencetuskan keringat berlebihan pada malam hari (excessive nocturnal sweating).
6. Demam.
Demam terjadi jika suhu tubuh naik sampai diatas batas normal. Demam bisa terjadi pada berbagai jenis infeksi batreri dan virus.
Pada saat suhu tubuh mulai turun kembali, bisa disertai dengan keringat yang berlebihan.
.
Mekanisme Berkeringat
Kelenjar keringat berada di lapisan dermis dan keringat keluar dari kulit bermuara pada epidermis. Terdiri dari segmen sekresi, segmen transisional, saluran berkelok dan saluran lurus serta bagian akhir lubang pada epidermis (Gambar 1). Pada segmen sekresi terdapat akhiran saraf kolinergik bila terangsang oleh peningkatan suhu tubuh maupun faktor-faktor emosi, maka akan dihasilkan asetilkolin yang memacu timbulnya keringat.
Penanganan keringat berlebih pada ketiak dapat diberikan pengobatan secara konservatif baik topikal maupun sistemik, dan operatif. Pengobatan secara topikal diberikan dengan mengoleskan suatu bahan obat pada daerah ketiak. Jenis pengobatan ini banyak digunakan tanpa melalui resep dokter misalnya pemakaian deodoran yang mengandung aluminium klorida.
Namun diperkirakan memiliki efek oklusi pada saluran kelenjar keringat dan mempengaruhi segmen sekresi. Meski dapat mengurangi keringat tetapi bersifat sementara, pemakaian deodoran berefek samping ringan misalnya iritasi, dan biasanya tidak dijumpai efek samping sistemik.
Pengobatan sistemik dilakukan dengan pemberian obat-obatan per oral dan obat-obat penenang untuk menghambat efek asetilkolin pada kelenjar keringat. Tetapi sering dijumpai efek samping dengan masalah melebihi hiperhidrosisnya sendiri. Juga perlu diperhatikan efek toksik obat antikolinergik yang biasanya tercapai sebelum timbul efek anhidrosisnya. Sementara obat penenang biasanya tidak berespon meskipun hiperhidrosis dipengaruhi oleh stres emosional.
Pengobatan operatif pada keringat berlebih daerah ketiak dapat dilakukan dengan berbagai macam tindakan. Yakni dengan kuretase subkutan, eksisi parsial dan kuretase terbuka, eksisi luas, simpatektomi, dan penyuntikan toksin botulinum A.
Kuretase subkutan, tindakan operasi mengambil seluruh kelenjar keringat dengan aktivitas maksimum menggunakan alat kuret. Tindakan eksisi parsial dan kuretase terbuka adalah menghilangkan sebagian kulit dengan aktivitas kelenjar keringat maksimum kemudian sisanya dilakukan kuretase. Eksisi luas adalah tindakan operasi mengambil seluruh daerah keringat dengan aktivitas maksimum kemudian dilakukan penutupan kulit.
Sedangkan simpatektomi, suatu tindakan operasi dengan mengambil ganglion simpatik, biasanya dilakukan oleh dokter bedah saraf. Penyuntikan toksin botulinum A dapat dilakukan pada daerah ketiak dengan aktivitas kelenjar keringat maksimum.
Metode-metode operatif ini lebih menguntungkan karena dapat dicapai efek terapi yang permanen atau lebih lama. Efek samping yang timbul pada metode operatif sama seperti metode bedah pada umumnya misalnya perdarahan selama dan/atau sesudah operasi, infeksi, timbunan serum, radang getah bening, ketidaknyamanan pada lengan atas, rasa kebas, dan dapat timbul keloid pada orang yang memiliki bakat keloid.
Keadaan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari konsumsi obat-obatan, alkohol, sampai pada penyakit jantung, pernapasan, saraf, infeksi, gangguan hormonal, dan keganasan. Bila salah satu keadaan tersebut ada pada Saudara, maka hal tersebutlah yang seharusnya diatasi dan keringat berlebih ini hanya merupakan salah satu gejala saja. Bila Saudara tidak mengalami gangguan kesehatan apapun selain keringat berlebih ini, kemungkinan besar saudara mengalami hiperhidrosis idiopatik, yang artinya penyebab terjadinya keringat berlebih pada saudara tidak diketahui.
Cara mengatasi keringat berlebih
ada beberapa cara yang bisa di coba, yaitu dengan modifikasi gaya hidup, obat-obatan, iontoforesis, atau dengan operasi.
Cara lain yang dapat Saudara coba (namun tidak lazim secara medis tapi mungkin dapat membantu) melalui penguasaan emosi (kontrol emosi dan pikiran). Cara yang terakhir ini berdasarkan salah satu mekanisme timbulnya keringat yaitu melalui rangsang emosi. Bila Saudara dapat memberikan suatu sugesti yang cukup kuat bahwa Saudara dalam suasana yang tenang dan tidak perlu berkeringat, mungkin produksi keringat Saudara dapat lebih terkontrol. Sekali lagi saya tekankan bahwa cara ini belum lazim di bidang medis dan belum ada penelitian mengenai hal ini.
Secara medis, cara yang paling ringan dan aman untuk mengatasi masalah keringat berlebih adalah dengan melakukan modifikasi gaya hidup yang meliputi pemilihan pakaian. Tidak dianjurkan untuk mengenakan pakaian ketat, berbahan nylon, polyester, atau wool (kecuali pada suhu dingin), dan juga topi. Selain itu, penggunaan bedak dan produk antiperspirant lainnya seperti deodoran (untuk tubuh dan lipat ketiak). Untuk bagian wajah, mungkin dapat menggunakan bedak bayi (ditaburkan merata dan tipis).
Penggunaan obat baru dianjurkan jika cara pertama tidak berhasil. Obat yang diminum merupakan obat golongan antikolinergik yang dapat mempengaruhi sistem saraf yang akan merangsang produksi keringat. Namun demikian, dosis yang dibutuhkan seringkali menimbulkan efek samping berupa mulut kering, gangguan penglihatan, sulit berkemih dan buang air besar (konstipasi).
Iontoforesis adalah pemberian rangsang listrik pada kulit sehingga mengganggu kerja kelenjar keringat. Keterbatasan metode ini adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk terapi serta efek samping berupa iritasi kulit, rasa kering, sampai penglupasan kulit.
Injeksi botulinum toxin A (botox®) juga telah dilaporkan mampu mengatasi hiperhidrosis pada daerah ketiak, serta telapak tangan dan kaki. Efek samping yang dapat timbul berupa kelemahan otot sementara. Efektifitas botulinum toxin dapat bertahan selama beberapa bulan dan setelah itu perlu dilakukan injeksi ulangan untuk dapat mempertahankan efek terapi.
Metode operatif memiliki angka keberhasilan yang tinggi namun tidak lazim dilakukan (kecuali pada keadaan yang sangat parah) karena juga memiliki angka kekambuhan yang tinggi.
Solusi Keringat Berlebih/ Hiperhidrosis di daerah telapak tangan, kaki, ketiak,punggung bahkan seluruh tubuh anda. DI JAMIN dan SANGAT TERBUKTI
Memperkenalkan
MAXIM ANTI PERSPIRANT Roll On untuk keringat berlebih anda. Stop keringat berlebih dengan tuntas dan dasyat. Anda bahkan bebas beraktifitas tanpa takut banyak berkeringat.
Maxim Roll On diformulasikan khusus untuk anda penderita Hiperhidrosis yang telah mencoba berbagai merek deodorant di luar sana namun tidak berhasil. Telah mencoba injeksi Botox bahkan operasi namun anda sadar telah membuang banyak uang anda namun tidak berhasil.
Maxim memberikan kepuasan bagi anda bahkan di hari pertama pemakaian.




share


Share

3 komentar: